Parental Communication Patterns in Strengthening Friendship with Children at Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah South Sulawesi Region
Abstract
Abstrak
Pola Komunikasi merupakan bentuk atau pola dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan secara tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Pola komunikasi orang tua dalam penguatan silaturahim dengan anak di Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan adalah pola komunikasi yang dilakukan secara langsung dengan bertatap muka atau face to face (prime) dan komunikasi tidak langsung (sekunder). Adapun faktor pendukung komunikasi orang tua dalam memperkuat silaturahim dengan anak sehingga orang tua bisa berkunjung di pesantren adalah jarak rumah ke pesantren dapat dijangkau, jadwal pembesukan yang sesuai hari libur orang tua, dan adanya ojek online. Sedangkan faktor penghambatnya adalah tempat tinggal orang tua yang berada di luar kota Makassar bahkan di luar Sulawesi Sselatan, orang tua sibuk sehingga tidak mengangkat telepon dari anaknya, pulsa telepon asrama habis, kegiatan ekstrakulikuler anak yang sesuai dengan jadwal menelpon di asrama, antri dalam menelpon dan jaringan yang tidak mendukung. Untuk meningkatkan dan menjalin hubungan silaturahim agar tetap terjalin, maka perlu terjadinya komunikasi antara orang tua dan anak karena hubungan komunikasi yang baik akan mempengaruhi hubungan yang harmonis.
Abstract
Communication Pattern is a form or pattern of two or more people in the process of sending and receiving appropriately so that the intended message can be understood. The pattern of communication of parents in strengthening friendship with children at Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah South Sulawesi Region is a pattern of communication carried out directly by face to face (prime) and indirect communication (secondary). The supporting factors for parental communication in strengthening friendship with children so that parents can visit the pesantren are the distance of the house to the pesantren can be reached, the schedule of marriage in accordance with parents' holidays, and the existence of online motorcycle taxi applications. While the inhibiting factor is the residence of parents who are outside the city of Makassar and even outside South Sulawesi, parents are busy so they do not pick up the phone from their children, The dormitory phone credit runs out, extracurricular activities for children in accordance with the schedule of calling at the dormitory, queuing at the time of calling and the network that does not support. To improve and establish a relationship to remain established, it is necessary to have communication between parents and children because good communication relationships will affect harmonious relationships.