Actualization Of Information Fikih In Hoax Management In The Information Disruption Era
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mengaktualisasikan informasi melalui internalisasi nilai-nilai integral Islam dan mentransformasikan organisasi Muhammadiyah menjadi organisasi yang terintegrasi di tengah gangguan informasi. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka dengan menggunakan metode analisis dengan menggunakan metode kualitatif. Diperoleh kesimpulan bahwa di era kekacauan informasi dalam pengelolaan informasi, pendekatan religi harus dihadirkan di bawah tuntunan pendekatan post-truth, yang berusaha meminggirkan peran agama dalam masyarakat. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah memikul tanggung jawab sosial-keagamaan untuk mengembangkan pedoman normatif dan praktis, mengkontekstualisasikan norma-norma Islam sampai batas tertentu dapat menjadi alternatif untuk menciptakan harmonisasi sosial di tengah kekacauan informasi yang menimbulkan kontradiksi sosial.
The purpose of this study is to find out how to actualize information through internalizing integral Islamic values and transforming the Muhammadiyah organization into an integrated organization amidst information disturbances. Data was collected through literature review using analytical methods using qualitative methods. It was concluded that in the era of information chaos in information management, a religious approach must be presented under the guidance of a post-truth approach, which seeks to marginalize the role of religion in society. As an Islamic organization, Muhammadiyah bears a socio-religious responsibility to develop normative and practical guidelines, contextualizing Islamic norms to a certain extent can be an alternative to create social harmonization in the midst of information chaos that creates social contradictions.