Analysis of Financial Management in Center Mosque of Lappariaja District, Bone Regency, Indonesia
Keywords:
Fund, Financial management, MosqueAbstract
This study aims to find out how the financial management of mosque funds in Lappariaja District, Bone Regency. This study used descriptive qualitative methods obtained from observation, interviews, and documentation within two Mosques which are Akbar Mosque and the Jami Al-Muntaha Mosque. In this study, the data sources used in data collection included primary data and secondary data. The finding this paper is (1). Planning at the Grand Mosque and Jami Al-Muntaka Mosque, the mosque management has determined the amount to be used to carry out mosque renovations, as well as careful planning to make all mosque activities run smoothly and achieve the direction you want to achieve. (2) Organizing, the Grand Mosque and the Jami Al-Muntaka Mosque share the work of all mosque administrators because of their different expertise. The knowledge is further; the motivation is additional, the behavior is other, and almost everything is different. In comparison, they have to work together. (3) movement (Actuating), the Grand Mosque uses funds for several activities whose implementation is running effectively with the renovation of the mosque and the implementation of daily, weekly and monthly work programs and other religious activities. At the same time, the Jami Al-Muntaka Mosque carries out activities well, and its activities are only more focused on the activities of the month of Ramadan only. (4) Supervision (Controlling) the Grand Mosque evaluates the mosque by analyzing financial statements by recording and reporting incoming and outgoing cash flows. At the same time, the Jami Al-Muntaka Mosque does not reach the target of raising funds based on the results of the mosque's financial reporting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan dana masjid di Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi di dua Masjid yaitu Masjid Akbar dan Masjid Jami Al-Muntaha. Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Temuan makalah ini adalah (1). Perencanaan di Masjidil Haram dan Masjid Jami Al-Muntaka, manajemen masjid telah menentukan jumlah yang akan digunakan untuk melaksanakan renovasi masjid, serta perencanaan yang matang agar semua kegiatan masjid berjalan lancar dan mencapai arah yang ingin dicapai. (2) Pengorganisasian, Masjidil Haram dan Masjid Jami Al-Muntaka berbagi pekerjaan semua pengurus masjid karena keahlian mereka yang berbeda. Pengetahuannya lebih lanjut; Motivasinya tambahan, perilakunya lain, dan hampir semuanya berbeda. Sebagai perbandingan, mereka harus bekerja sama. (3) Gerakan (Actuating), Masjid Agung menggunakan dana untuk beberapa kegiatan yang pelaksanaannya berjalan efektif dengan renovasi masjid dan pelaksanaan program kerja harian, mingguan dan bulanan serta kegiatan keagamaan lainnya. Pada saat yang sama, Masjid Jami Al-Muntaka menjalankan aktivitas dengan baik, dan aktivitasnya hanya lebih difokuskan pada aktivitas bulan Ramadhan saja. (4) Supervisi (Pengendalian) Masjid Agung mengevaluasi masjid dengan menganalisis laporan keuangan dengan mencatat dan melaporkan arus kas masuk dan keluar. Pada saat yang sama, Masjid Jami Al-Muntaka tidak mencapai target penggalangan dana berdasarkan hasil pelaporan keuangan masjid.