ROLE OF MUHAMMADIYAH UNIVERSITY IN THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT OF MUHAMMADIYAH PESANTREN IN SOUTH SULAWESI

Authors

Abstract

Sejak tahun 2015 telah dibentuk lembaga baru yang menangani Pesantren dengan nama Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M). Sejak berdirinya lembaga ini, jumlah Pesantren di lingkungan Muhammadiyah meningkat pesat terutama di Sulawesi Selatan yaitu sebanyak 31 Pesantren. Namun, seiring dengan pesatnya pertumbuhan pesantren Muhammadiyah, muncul beberapa masalah baru yang menyertainya. Diantaranya adalah masalah kelembagaan, manajemen, sumber daya manusia, figur kepemimpinan, staf pengajar di pesantren, dan lain sebagainya. Salah satu permasalahan yang mendesak untuk dicarikan solusinya adalah kekurangan atau kelangkaan tenaga pengajar yaitu ustadz/ah. Pendidik di pesantren seperti ustadz harus memiliki kompetensi yang lebih dari guru pada umumnya, khususnya dalam ilmu-ilmu keislaman. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan yang berbeda dan lebih terarah dibandingkan222 dengan pendidikan guru agama Islam pada umumnya. Model pendidikan ini tidak dapat dilakukan oleh Pesantren Muhammadiyah sendiri tetapi harus dilakukan dengan kerjasama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dengan mensinergikan antar Fakultas atau Program Studi yang relevan dengan kebutuhan khusus ustadz/ah di Pesantren Muhammadiyah. Program Pendidikan Ustadz Pesantren Muhammadiyah (PUPM) di Universitas Muhammadiyah Makassar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pesantren Muhammadiyah khususnya di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Universitas Muhammadiyah Makassar dalam pengembangan pesantren secara berkelanjutan sebagai pusat kaderisasi ulama di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terbuka, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertama, Universitas Muhammadiyah Makassar memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengembangkan Pendidikan Pesantren di Sulawesi Selatan. Kedua, bentuk pengembangan pesantren yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar dengan membentuk Program Pendidikan Ustadz Pesantren Muhammadiyah (PUPM) yang terintegrasi dengan Bahasa Arab dan Kajian Islam Ma’had Al-Birr. Ketiga, hasil yang dicapai adalah peningkatan kualitas pendidikan dan jumlah santri di seluruh Pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

 

Since 2015 a new institution has been established to handle Pesantren under the name Pesantren Development Institute of Muhammadiyah (LP2M). Since the formation of this Institute, the number of Pesantren within Muhammadiyah has increased rapidly, especially in South Sulawesi, namely as many as 31 Pesantren. However, along with the rapid growth of the Muhammadiyah pesantren, several new problems have arisen with it. Among them are institutional issues, management, human resources, leadership figures, teaching staff at Islamic boarding schools, and so on. One of the urgent problems to find a solution to is the shortage or scarcity of teaching staff, namely ustadz/ah. Educators in Pesantren such as ustadz must have more competence than teachers in general, especially in Islamic sciences. Therefore, education is needed that is different and more focused compared to the education of Islamic religious teachers in general. This urgent education cannot be carried out by the Muhammadiyah Pesantren itself but must be carried out in collaboration with Muhammadiyah University, by synergizing between Faculties or Study Programs that are relevant to the special needs of ustadz/ah in Muhammadiyah Pesantren. The Muhammadiyah Pesantren for Ustadz Education Program (PUPM) at Makassar Muhammadiyah University is expected to be able to meet the needs of Muhammadiyah pesantren, especially in South Sulawesi. This research aims to describe the role of the University of Muhammadiyah Makassar in the sustainable development of pesantren as a center for clerical regeneration in South Sulawesi. This research uses descriptive qualitative approach. Data collection techniques using open interviews, direct observation, and documentation studies. The results of the study show that first, Makassar Muhammadiyah University has a very significant role in developing the Education of Pesantren in South Sulawesi. Second, the form of pesantren development carried out by the University of Muhammadiyah Makassar by forming the Muhammadiyah Pesantren for Ustadz Education Program (PUPM) which is integrated with the Arabic Language and Islamic Studies of Ma’had Al-Birr. Third, the result achieved is an increase in the quality of education and number of students in all the Muhamamdiyah Pesantren in South Sulawesi.

Downloads

Published

2023-09-26