The Role of the Religious Unity Foundation (YPU) in Religious Development in Lantongau Village, Central Buton Regency
Keywords:
Keagamaan, Pembinaan, Persatuan UmmatAbstract
This study discusses the role of the Pemersatu Umat Nusantara Foundation in religious development in Lantongau Village, Central Buton Regency. The main problem addressed is how the foundation contributes to strengthening religious understanding and maintaining harmony within a diverse society. The study aims to identify the foundation’s role in religious guidance as well as its opportunities and challenges. A qualitative descriptive approach was applied, using interviews, observations, and literature studies as data collection methods. The findings reveal that the foundation plays an important role in fostering religious education through activities such as Quranic learning (TPQ), study groups (majelis taklim), and Islamic schools (madrasah diniyah). It also promotes social harmony through Islamic communication and the values of Bhinneka Tunggal Ika. Supporting factors include legal legitimacy, community participation, and internal educational institutions, while the main obstacles are limited human resources and funding. In conclusion, the foundation serves as an inclusive and adaptive model of religious development with strong potential for wider implementation.
References
Kementerian Agama RI. (2020). Al-Quran Hafalan Tahfiz Metode 5(Lima) Blok Warna dan Terjemahan. Penerbit Cordoba. Bandung.
Al Farizi, Mudrik. (2014). Ijtihad, Taqlid, dan Tafliq. Jurnal Sekolah Tinggi Islam . Vol. VIII. No. I.
Anggranti, Wiwik. (2022). Pembinaan Keagamaan Dalam Peningkatan Kesadaran Beragama Warga Binaan LapasPerempuan dan Anak Kelas II Tenggarong.Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. I. No. I.
Bayu, Brahmantya, Ida Bagus. (2021). Sanksi Hukum Bagi Pengawas Yayasan yang Lalai dalam Menjalankan Fungsinya Sebagai Organ Yayasan. Jurnal Komunikasi Hukum, Vol. VII, No.I.
Billah, Arif. (2014). Pola Pembinaan Keagamaan Anak Jalanan dalam Membentuk Kepribadian. Jurnal Kajian Pendidikan Islam . Vol. VI. No. I.
Firmansyah, Muh, Iman. (2019). Pendidikan Agama Islam : Pengertian, Tujuan, Dasar, dan Fungsi. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Taklim. Vol. XVII. No. II.
Gani, Abdul. (2020). Tanggung Jawab Hukum Kepada Pengurus Yayasan. Universitas Asahan, Vol.VI. No.I.
Gasin, Rizkawati. (2024). Dasar Keberlakuan Pasal 14 Angka 8 Akta Notaris Terhadap Pendirian Lembaga Bantuan Hukum Berbentuk Yayasan. Jurnal Pubikasi Hukum, Vol. II. No. I.
H. Hairillah, (2015). Kedudukan As-Sunnah dan Tantangannya Dalam Hal Aktualisasi Hukum Islam . Jurnal Pemikiran Hukum Islam . Vol. XIV. No. II.
Hadiawati,Lina. (2008). Pembinaan Keagamaan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa. Jurnal Pendidikan Universitas Garut. Vol. II No. I.
Hanany Naseh, Ahmad. 2012. Ijtihad Dalam Hukum Islam . Jurnal An-Nur. Vol. IV. No. II
Handayani, Desi. (2018). Analisis Tentang Pedirian Yayasan Pendidikan menurut Undang-Undang Nomor 28 tahun 2004. Jurnal Kependidikan Islam . Vol. VIII. No. I.
Heru Juabdin Sada. (2016). Manusia Sebagai Perspektif Agama Islam . Al-Tadzkiyyah : Jurnal Pendidikan Islam . Vol 7. No. I.
Ivanovich, Agusta. (2003). Teknik Pengumpulan dan analisis data kualitatif. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi, Vol. XXVII. No. X.
Julina, Windi. (2022). Pola komunkikasi Penyuluh Agama Islam Fungsional Dalam Pembinaan Keagamaan. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. III. No. II
Krisdianto R. (2014). Tanggungjawab Hukum Atas Pembuatan Akta Otentik Oleh Notaris.Jurnal Lex Privatum. Vol. II. No. III.
Muhaimin, (2020). Pengesahan Akta Pedirian Yayasan. Jurnal Risalah Kenotarian, Vol. I. No. II.
Nurhadi, Zikri Fachrul. (2015). Komunikasi Dalam Pendekatan Islam . Jurnal Comunication. Vol. VI. No. I.
Purwadi, Ari. (2002). Karakteristik Yayasan Sebagai Badan Hukum di Indonesia. Jurnal Prespektif Yayasan, Vol. VIII, No.
Rizki Aulia, Nabila. (2024). Kebijakan Hukum Pendirian Yayasan Oleh Warga Negara Asing Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik. Vol. IV. No. III.
Rubino. 92019). Pendekatan Psikologi Dakwah. Jurnal An-Nadwah, Vol. XV. No.II.
Sambodeside, Grace E. A, 92018). Kajian Hukum Yayasan Sebagai Badan Hukum. Jurnal Lex Privatum. Vol. VI. No.II.
Sanusi. (2021). Unsur Pembuatan Akta Pendirian Yayasan Oleh Notaris. Jurnal Hukum. Vol. VII. No. II.
Sanusi. (2021). Unsur Pembuatan Akta Pendirian Yayasan Oleh Notaris. Jurnal Hukum, Vol. VII. No. II.
Sari, Fitri. (2022). Metode dan Strategi Pembinaan Akhlak Siswa di Sekolah. Journal of Islam ic Studies. Vol. I. No. II.
Septia, Putri. (2022). Pertanggungjawaban Pengurus dalam Pengelolaan Badan Hukum Yayasan di Indonesia. Justice Voice, Vol. I, No.I.
Sitorus, Syahrul. (2015). Tanggungjawan Pengurus Terhadap Akta Pendirian Yayasan. Usu Law Journal. Vol. III. No. III.
Sood, Muhammad. (2020). Penyesuaian dan Perubahan Akta Anggaran Dasar Yayasan. Jurnal Jatiswara. Vol. XXXV. No. II.
Sukma, Dewi. (2011). Menelisik Yayasan di Indonesia. Universitas Katolik Parahyangan. Vol. VI. No. III.
Suryamah, Aam. (2023). Tanggung Jawab Hukum Organ Yayasan terhadap Praktik Penyalahgunaan Fungsi dan Tujuan Yayasan. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarkat, Vol. III. No. VIII.
Temon Astawa, I Nyoman. (2021). Pendidikan Agama dan Keagamaan. Jurnal Penjaminan Mutu. Vol. VII, No. II
Tutik, Rachmawati. 92017). Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif.UNPAR Press, Vol. I. No. I.Widya, Hanum. (2018). Teknik Analisis Data. Jurnal Alhadharah. Vol. XVII. No. XXXIII.
Wulandari, Shanti. (2011). Pertanggungjawaban Organ Yayasan Terhadap Kerugian Bidang Pendidikan di Indonesia. Universitas Kusuma Surabaya. Vol. CXI. No.I.
Zuhriati, Khalid. (2020). Akibat Hukum dan Alternatif Bagi Yayaysan yang belum Melakukan Penyesuaian Pasca Keluarnya UU NO. 28 tahun 2004 Tentang Yayasan. Jurnal Ilmu Penelitian. Vol. I. No. I.